Ketika Kesibukan Disamakan Dengan Bekerja

Sibuk itu Beda dengan Kerja

Sibuk dan kerja adalah dua hal yang berbeda

Sungguh jauh berbeda pengertian sibuk dengan bekerja. Pekerjaan terkadang menuntut Anda sibuk. Namun sibuk tidak selalu berarti bekerja.

Sibuk memperlihatkan pelakunya mempertontonkan diri pada orang lain bahwa ia sedang bekerja. Fokusnya bukan pada pekerjaan itu, tapi pada dirinya sendiri dengan motif yang egosentrik.

Bekerja berarti melakukan sesuatu yang bermakna, entah bagi dirinya ataupun bagi orang lain dan mungkin kedua-duanya.

Dalam dunia yang semakin narsistik saat ini, berperilaku sibuk kadang lebih mudah dilakukan ketimbang berperilaku kerja. Sebab, ketika sibuk dan terlihat orang lain, sangat mungkin orang akan memuji, “Wah, hebat. Kamu rajin sekali.”

Pujian seperti itu tidak selamanya didapat saat orang bekerja. Karena seringkali pekerjaan itu dilakukan secara biasa dan masuk dalam rutinitas harian seseorang.

 

Apakah Anda sibuk agar kelihatan bekerja? Bekerjalah bukan untuk mencari kesibukan, tetapi untuk menciptakan sebuah karya.

 

Belajar dari Ayam Betina

belajarlah dari ayam betina ketika bekerja

Ayam betina mengerami telur-telurnya dengan sikap tenang dan waspada. Bahkan ia harus berkorban berdiam diri di atas telur-telurnya; memastikan agar telur-telur itu menetaskan kehidupan baru. Itulah pekerjaan terbaik seekor induk ayam yang baik.

Ibarat  ayam betina, seharusnya setiap orang melakukan pekerjaannya dalam diam dan membiasakan diri tenggelam dalam rutinitasnya;   mengerjakan apa yang harus dikerjakan  tanpa harus menjadi sibuk; apalagi berpura-pura sibuk.

 

Makna Bekerja

Biasanya, orang yang fokusnya bekerja memiliki ketenangan dalam dirinya sendiri  dan focus pada pekerjaan yang sedang digeluti. Ia  juga  mampu memberikan kepercayaan penuh waspada  kepada orang lain, sambil memperbaiki kalau terjadi kekeliruan dan memberikan apresiasi kalau yang bersangkutan  berhasil melakukan pekerjaan yang diberikan dengan baik.

Teguran ataupun apresiasi itu pun dilakukan secara normal, tidak heboh dan ekspresif. Kenapa? Karena ia sadar bahwa agar mampu bekerja, orang harus belajar. Ia juga sadar bahwa kegagalan dan keberhasilan adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama.

Orang yang fokusnya bekerja akan memperlihatkan karakter yang berbeda; ia tahu yang namanya proses dan  mampu menghargai karya dan eksistensi orang lain.

Tetapi berjalan terburu-buru, bersikap tergopoh-gopoh seolah tak punya waktu atau suka bikin heboh sendiri mungkin memperlihatkan sebuah kesibukan ataupun ketegangan. Jelas ini bukan karakter orang yang menghargai sebuah pekerjaan.

Orang yang suka bekerja tahu bahwa  ketenangan pun dapat  memberikan hasil yang tak sempurna, tetapi ia tak pernah berhenti belajar dan mampu berempati dengan orang lain yang pekerjaannya belum dianggap sempurna atau dianggap amburadul.

Kira-kira, “Anda  berada di mana?”

Anda tidak perlu menjawabnya secara terbuka. Cukup masuk ke dalam diri sendiri dan jujurlah menjawab pertanyaan reflektif ini, “Apakah saya adalah orang  lebih suka terlihat sibuk?  atau orang yang bekerja dalam diam?”

Pak Guru Felix

Seorang Guru Pembelajar. Belajar menyukai apa yang didapat saat tidak mendapatkan apa yang disukai.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: