Kisah Nyata di Kereta Bawah Tanah Brooklyn

Sebuah Kisah Nyata di Kereta Bawah Tanah Brooklyn

Ilustrasi kesibukan orang-orang menuju kereta bawah tanah

MYFAMILISEHAT.COM . Pada suatu hari tahun 1940, Marcel Sternburger bergegas menuju Stasiun Kereta Bawah Tanah Brooklyn untuk mengunjungi temannya yang lagi sakit keras di kota lain.

Ia belum pernah menggunakan kereta bawah tanah untuk bepergian sebelumnya.

Jadi ini adalah pengalaman pertamanya menggunakan kereta bawah tanah.

Saat naik kereta itu, semua gerbong sudah terisi penuh dan orang-orang berdesak-desakan mencari tempat duduk yang kosong.

Ia tidak tahu cara mendapatkan tempat duduk. Saat melihat ada tempat duduk yang kosong, seorang pria lain juga melihat tempat itu dan melontarkan dirinya ke tempat duduk itu mendahului dia.

Terpaksa Marcel mengambil posisi berdiri. Tepat di sebelahnya, berdiri seorang pria sambil membaca koran berbahasa Hongaria.

Marcel agak jengkel. “Mana mungkin, di tengah kereta yang penuh sesak ini ada pria mengambil banyak ruang hanya  untuk membaca koran?”

Sambil berusaha tetap sopan Sternburger berkata pada pria itu, “Saya tahu, Anda membaca  koran  Hongaria. Apakah Anda berbahasa Hongaria? Apakah Anda dari Hongaria?”

Pria itu menjawab, “Ya berasal dari Hongaria!”

Sternburger bertanya lagi, “Mengapa kamu membaca koran itu di sini?”

Pria Hongaria itu menjawab, “Saya mencari isteri saya!”

“Kamu mencari isteri kamu di koran?” kata Sternburger.

Kata pria Hongaria itu, “Tidak ….tidak. Saya mencari isteri saya.”

“Lalu, di mana dia?” tanya Sternburger lagi.

“Itu yang saya tidak tahu,” jawab pria itu.

 

Pria Hongaria Menemukan Isterinya di Amerika

Hidup setiap orang punya arah dan tujuan

Lalu pria Hongaria itu mulai berceritera, “Saya berasal dari Debreken di Hongaria. Suatu saat saya diambil dari rumah dan dibawa tentara Rusia untuk  menguburkan orang-orang Jerman yang mati selama Perang Dunia.

Ketika kembali ke rumah, saya baru menyadari bahwa isteri saya telah dibawa pergi ke kamp konsentrasi. Tetapi tidak lama kemudian Sekutu datang dan menyelamatkan mereka.

Aku tidak tahu di mana dia sekarang. Aku hanya berharap dia melampaui segalanya,  bahwa  dia masih hidup. Saya juga berharap  mereka telah membawanya ke Amerika.

Karena itulah, aku ada di Amerika ini …., sekarang.”

Setelah mendengar pria Hongaria itu, Marcel Sternburger mulai teringat. Ia pernah datang ke sebuah pesta beberapa minggu yang lalu. Ia duduk di sebelah seorang wanita yang mengatakan berasal dari Hongaria dan tinggal di Debreken.

Wanita itu juga mengisahkan bahwa suaminya telah dibawa oleh Angkatan Darat Rusia. Sementara ia dikirim ke kamp konsentrasi Auschwitz tetapi diselamatkan oleh Sekutu dan dibawa ke Amerika.

Sternburger melihat dia sebagai wanita yang cantik dan benar-benar telah meminta nomor teleponnya. Bahkan  mengingat namanya dan mengatakan kepadanya, “Mungkin suatu saat kita akan bertemu kembali.”

Wanita itu telah menuliskan namanya, “Maria Paskin.”

**

Jadi, Marcell Sternburger menoleh ke pria itu dan bertanya, “Siapa nama isterimu?”

“Maria Paskin!” jawab pria Hongaria itu.

“Dan siapa namamu?”

“Namaku Bella Paskin,” jawab Hongaria itu sekali lagi.

Lalu Sternburger berkata kepada Hongaria itu, “Kita berdua harus turun di stasiun berikutnya.”

Mereka pun turun di stasiun berikutnya dan Sternburger menemukan bilik telepon dan meminta pria Hongaria itu untuk menunggu sebentar sambil menutup bilik telepon di belakangnya.

Dia mulai memanggil nonor telepon wanita itu. Setelah beberapa dering, suara wanita yang lemah menjawab, “Hallo…?”

“Maria? Ini Marcel Sternburger. Apakah Anda ingat saya?”

“Ya, kalau tidak salah, kita bertemu di pesta beberapa minggu lalu,” jawab Maria.

“Maria, siapa nama suamimu?” tanya Sternburger.

“Namanya Bella Paskin,” jawab Maria.

“Maria, kamu akan menyaksikan mukjizat terbesar dalam hidupmu; tunggu sebentar,” kata Sternburger lagi.

Marcel Sternburger melambaikan tangan kepada pria Hongaria itu. Setelah masuk bilik telepon, Sternburger menyerahkan gagang telepon sambil berkata kepada pria Hongaria itu untuk berbicara dengan seseorang yang lagi menunggu di ujung telepon seberang.

Bella Paskin mulai berbicara. Ketika menyadari dengan siapa ia bicara, mulailah pria Hongaria itu menangis secara tak terkendali sambil terus berkata, “Maria! Maria! Maria! Aku tidak percaya itu kamu!”

 

Apakah Suatu Kebetulan?

Kisah perjumpaan kembali suami isteri di atas bukanlah sebuah telenovela dengan alur kisah yang melankolis.

Perjumpaan suami-isteri setelah dipisahkan oleh sebuah perang bersejarah adalah nyata, real dan benar-benar terjadi. Sebuah kisah nyata perjumpaan suami-isteri yang hampir mustahil.

**

Tentu saja, orang-orang skeptic akan menilai peristiwa ini sebagai  suatu kebetulan belaka.

Namun, pertanyaannya, “Apakah ini benar-benar sebuah kebetulan?

Jika suatu kebetulan, “Bagaimana kita harus menjawab beberapa pertanyaan berikut secara jujur?”

“Apakah kebetulan Marcel Sternburger tiba-tiba memutuskan naik kereta bawah tanah padahal sebelumnya ia tidak pernah naik kereta bawah tanah?”

Mengingat temannya sakit kritis di kota lain, alangkah bodohnya Sternburger mengambil transportasi yang bahkan belum pernah dia ambil sebelumnya. Apakah ini kebetulan?

“Apakah kebetulan Sternburger tidak mendapatkan tempat duduk karena penumpang lain mengambil resiko melemparkan badannya ke tempat duduk itu?”

“Apakah kebetulan Sternberg harus berdiri di sebelah pria asing yang membaca koran asing di tengah kepadatan gerbong kereta dan mendorong dia membangun komunikasi dengan pria asing itu?”

“Apakah kebetulan seorang pria asing berani-beraninya  membaca koran dari negeranya di sebuah Negara asing, di tengah penumpang yang asing baginya?”

“Apakah kebetulan Marcel Sterburger bertemu dengan Maria Paskin pada sebuah pesta beberapa minggu sebelumnya  dan duduk bersebelahan. Bahkan menyimpan nomor telepon wanita itu?”

Semua rangkaian peristiwa diatas bukanlah sebuah kebetulan. Tetapi merupakan kumpulan peristiwa-peristiwa yang memungkinkan sepasang suami isteri yang saling mencintai tetapi dipisahkan di negara asalnya di benua lain dan dipersatukan kembali di sebuah negara  dan benua yang benar-benar baru bagi mereka.

 

 Hidup Kita Dalam RancanganNya

Sertakan Tuhan dalam hidup ini agar Tangan Terlihat itu menuntun selalu

Bagi orang beriman atau siapapun yang punya rasionalitas  jujur  dan  nuraniyang bening  pasti percaya bahwa peristiwa di atas bukan sebuah kebetulan.

Cermati  rentetan peristiwa kecil yang tersusun secara teratur sehingga ikatan suami-isteri yang nyaris terputus karena kasus-kasus di luar rancangan mereka,  akhirnya dipersatukan bersatu kembali lewat rangkaian kejadian atau peristiwa yang melibatkan ruang yang begitu luas dan waktu yang panjang dan berbelit.

Seperti yang terjadi pada pasangan suami isteri Bella dan Maria Paskin. Hidup kita pun berada dalam rancangannya.

Cermati  rentetan peristiwa kecil yang tersusun hingga ikatan suami-isteri yang nyaris terputus karena kasus-kasus di luar rancangan mereka akhirnya bersatu kembali lewat rangkaian kejadian atau peristiwa yang melibatkan ruang yang begitu luas dan waktu yang panjang dan berbelit.

Apakah itu tetap sebuah kebetulan? Bagi orang yang punya iman, harapan dan kasih, semuanya itu terjadi karena ada rancangan dari Tangan Yang Terlihat.

Bagi orang beriman dan punya rasionalitas yang sehat percaya bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini.

Seperti yang terjadi pada pasangan suami isteri Bella dan Maria Paskin. Hidup kita berada dalam rancangannya.

Percayalah bahwa Tuhan itu Ada. Jika suatu saat terbukti Dia tidak ada, Anda tidak akan kehilangan apa-apa. Namun, jika terbukti, Dia Ada, sementara Anda tidak percaya, Anda akan kehilangan segala-galanya.

Pak Guru Felix

Seorang Guru Pembelajar. Belajar menyukai apa yang didapat saat tidak mendapatkan apa yang disukai.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: