New Normal atau Kenormalan Baru: Pola Hidup Baru Agar Aman dari Virus Corona/Covid 19

MYFAMILISEHAT.COM. Eksistensi virus corona telah menciptakan ketakutan dan kengerian yang mencekam. Virus itu menghadirkan pengalaman hidup baru sehingga  umat manusia dihadapkan dengan konsep-konsep baru untuk  mengabstraksi pengalaman baru tersebut.  Di sini myfamilisehat.com menampilkan sebuah konsep baru yang mengacu pada satu budaya baru. Menariknya, budaya itu harus diterima dan dipraktekkan oleh semua kita: New Normal atau Kenormalan Baru di Masa Covid 19 ini.

 

Konsep New Normal atau Kenormalan Baru

Sebetulnya “New Normal” bukan sebuah istilah yang benar-benar baru. Istilah itu muncul pertama kali digunakan untuk menjelaskan kondisi ekonomi makro setelah krisis keuangan  tahun 2007-2008  dan setelah resesi global tahun 2008-2012.

Begitu muncul pandemic virus corona pertama kali di Wuhan – Tiongkok,   November 2019 lalu menyebar begitu cepat ke seluruh dunia, istilah New Normal ini muncul lagi, semakin popular dan menjadi istilah yang paling sering dijumpai dalam interaksi social.

Begitu populernya, hingga Kamus Besar Bahasa Indonesia pun menambahkan sebuah istilah baru, yaitu Kenormalan Baru untuk menerjemahkan istilah New Normal.

Dalam konteks ekonomi, istilah New Normal atau kenormalan baru mengacu pada peringatan yang dikeluarkan oleh para ahli ekonomi kepada para pembuat kebijakan ekonomi public. Mereka diperingatkan agar  harus menemukan dan menggunakan cara baru dalam mengelola ekonomi.

Dalam konteks pandemic covid 19, New Normal atau kenormalan baru mengacu pada perubahan perilaku dan pola interaksi sosia saat covid 19 meneror setiap invidu dalam masyarakat. Para dokter di University of Kansas Health System, sudah mengantisipasi  bahwa pandemic covid 19 akan merubah pola hidup harian banyak orang. Pembatasan kontak antar individu akan menjadi sebuah new normal atau normal baru. Di antaranya akan muncul pembatasan kontak social  ( tidak ada lagi jabat tangan atau pelukan saat bertemu ) serta “menjaga jarak” akan menjadi suatu kebiasaan.

New Normal /Kenormalan Baru di Indonesia

Mengingat pernyataan dari WHO yang mengatakan bahwa Virus Corona mungkin tidak akan musnah, Pemerintahan Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk Berdamai Dengan Corona.

“Sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan covid 19  untuk beberapa waktu ke depan,” demikian tegas Presiden Joko Widodo lewat video yang diunggah Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, tanggal 7 Mmei 2020.

Presiden menyadari bahwa hidup bangsa ini harus berjalan terus, pun di tengah ancaman virus corona yang membahayakan hidup masyarakat.  Tetapi berdiam diri karena ancaman corona juga berbahaya. Oleh karena itulah, Presiden mengajak kita untuk  berdamai dengan musuh itu  agar kita sebagai bangsa mampu melanjutkan hidupnya di tengah-tengah eksistensi corona yang bisa muncul kapan saja dan berpotensi menjangkiti siapa saja.

Dalam Rapat Paripurna yang dilakukan secara daring, Rabu, 6 Mei 2020, Jokowi menegaskan bahwa Negara yang menjadi pemenang adalah negera yang mampu menangani covid 19 secepat-cepatnya.

Untuk itulah, Jokowi menghendaki agar bulan Mei kurva positif covid 19 mulai menurun dan pada bulan Juli situasi penyebaran dan dampak covid 19 mulai ringan.

 

Peta Jalan Menuju New Normal/Kenormalan Baru  di Indonesia

Sekali lagi, berdamai dengan corona tidak berarti memperlakukan virus corona sebagai teman tetapi kita harus siap memasuki new normal atau kenormalan baru.

“Berdamai dengan corona artinya kita harus hidup berdampingan dengan covid 19. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan Covid. Sekali lagi yang penting masyarakat produktif, aman dan nyaman,” tegas Jokowi di Istana Bogor, 15 Mei 2020.

Tujuan berdamai dengan Corona menurut Mendagri  adalah agar roda ekonomi tetap berjalan sehingga dampak yang ditimbulkan virus corona. Itulah sebabnya Pemerintah mempersilahkan  pabrik dan perusahaan membuka kembali proses produksinya dengan tetap menjalankan protocol kesehatan.

 

Fase Pertama, Mulai 1 Juni 2020:

Industri dan jasa B2B diperbolehkan beroperasi. Namun toko, pasar dan mall belum beoleh beroperasi sepenuhnya kecuali penjual masker dan fasilitas kesehatan. Semuanya harus tetap menerapkan protocol kesehatan pencegahan covid 19.

 

Fase Kedua, Mulai 8 Juni 2020:

Toko, pasar dan mall boleh beroperasi tanpa kecuali tetapi harus tetap menerapkan social distancing. Sementara itu, usaha-usaha yang mengharuskan adanya kontak fisik seperti salon dan spa belum boleh beroperasi.

 

Fase Ketiga, Mulai tanggal 15 Juni 2020:

Pemerintahan memproyeksikan usaha-usaha yang melibatkan kintak fisik seperti salon dan spa diperbolehkan beroperasi. Selain itu, museum dan usaha-usaha pertunjukan diperbolehkan beroperasi tetapi tetap harus memperhatikan social distancing. Sekolah juga diperbolehkan beroperasi tetapi dengan system shift.

 

Fase Keempat, Mulai berlaku tanggal 6 Juli 2020:

Restoran, kafe dan bar diproyeksikan sudah mulai beroperasi kembali. Kegiatan out door yang melibatkan lebih dari 10 orang juga mulai diperbolehkan. Perjalanan ke luar kota dan kegiatan ibadat di ruang public mulai diperbolehkan dengan tetap memperhatikan  social distancing.

 

Fase Kelima, Mulai 20 dan 27 Juli:

Pemerintah menargetkan seluruh kegiatan ekonomi dan sosla berskala besar dibuka kembali.

 

17 Cara Supaya Tetap Aman Dalam New Normal/Kenormalan Baru

New Normal mensyaratkan beberapa perilaku harus dijadikan pola hidup sehari-hari di antaranya menjaga jarak social, selalu mencuci tangan setelah bepergian atau menyentuh barang-barang kiriman dan sebagainya.

Di bawah ini kami kemukakan beberapa cara agar tetap aman di tengah covid 19 dan new normal ini, menurut Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland, USA,  Dr. Faheem Younus:

  1. Bisa jadi kita hidup dengan covid 19 dalam beberapa bulan atau tahun. Sebaiknya jangan menolak atau panic tetapi belajar menerima kenyataan ini.
  2. Kamu tidak akan bisa menghancurkan covid 19 yang memiliki kemampuan berpenetrasi ke dinding sel. Untuk itu, minumlah air panas sebanyak mjungkin. Paling-paling kamu hanya lebih sering ke kamar mandi, tetap akan sangat berguna.
  3. Cuci tangan dan menjaga jarak fisik dua metes; itu adalah metode terbaik untuk menjagamu dari paparan covid 19.
  4. Jika di rumah kamu tidak ada yang terpapar covid 19, tidak perlu memakai disinfektan di rumahmu.
  5. Paket kiriman, pengisian BBM, kereta belanja tidak menyebabkan penularan. Cuci tanganmu dan hidup normal seperti biasa.
  6. Covid 19 tidak menular lewat makanan. Penyebarannya terjadi melalui droplet seperti flu. Belum ada resiko penularan dari pemesanan makanan.
  7. Kamu bisa kehilangan indera penciuman karena banyak alergi dan infeksi virus. Ini merupakan gejala spesifik dari covid 19.
  8. Begitu tiba di rumah setelah bepergian, kamu perlu mengganti baju dan harus segera mandi. Kebersihan adalah yang terbaik. Ketakutan tidak menyelesaikan masalah.
  9. Covid 19 tidak hidup di udara. Covid 19 itu infeksi dan menular lewat dropler dan membutuhkan kontak yang dekat untuk tertular.
  10. Udara yang bersih sangat baik. Kamu dapat berjalan menyusuri kebun/taman dengan tetap menjaga jarak social.
  11. Cukup menggunakan sabun biasa untuk mencegah covid 19. Tidak perlu sabun antiseptic karena ini virus bukan bakteri.
  12. Tidak perlu takut memesan makanan. Tapi kamu dapat memanaskan lagi di microwave jika kamu mau.
  13. Covid 19 juga mungkin terbawa lewat sepatu. Maka jemurlah sepatumu di bawah matahari.
  14. Kamu tidak bisa mencegah penularan covid 19 dengan cara meminum cairan asam, jus dab jahe. Hal tersebut hanya untuk meningkatkan imun tubuh.
  15. Menggunakan masker dalam waktu yang lama dapat mengganggu pernafasan. Gunakan hanya jika berada di keramaian.
  16. Menggunakan sarung tangan merupakan ide yang buruk. Virus akan berakumulasi di dalamnya dan akan lebih mudah bertransmisi jika kamu memegang muka dengan tangan. Lebih baik mencuci tangan secara rutin.
  17. Imunitas akan mudah melemah jika selalu bertahan dalam lingkungan yang steril. Walaupun jika kamu mengkonsumsi makanan untu meningkatkan imun, kamu tetap harus pergi keluar rumah entah ke taman atau pantai secara teratur. Karena imunitas akan meningkat jika terpapar pathogen, tidak dengan duduk diam di rumah dan mengkonsumsi makanan yang digoreng, pedas atau manis dan soda.

Kesimpulan

Hidup harus tetap jalan terus di tengah ancaman covid 19. Berdamai dengan cocid 19 dan menjalani hidup dalam paradigma new normal atau normal baru adalah kunci utama umat manusia bertahan dan melewati wabah pandemic  ini.

Cepat lambatnya eksistensi covid 19 bergantung pada cara berada manusia itu sendiri. Bila semua orang menjalankan secara ketat new normal secara konsisten, maka covid 19 akan segera berlalu.

Namun, bila kita tidak menjalankan new normal secara konsisten dan kembali ke cara hidup yang lama, mungkin covid 19 akan tetap menjadi seperti pencuri yang datang mencuri dan membunuh ketika kita lengah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: