Penyakit Akibat Kolestrol dan Cara Turunkan Kolestrol

myfamilisehat.com. Kolesterol adalah lemak yang berguna bagi tubuh. Dia memiliki kegunaan untuk melancarkan sistem pencernaan, membentuk hormon dan vitamin D.  Namun, bila berlebihan, kolestrol bisa membahayakan tubuh. Pada postingan kali ini, myfamilisehat.com memaparkan bahaya kelebihan kolestrol. Dalam artikel ini kami melaporkan penyakit akibat LDL cara menurunkan LDL. Harapan kami, postingan ini mampu memberikan pencerahan bagi pembaca myfamilisehat.com.

Pada dasarnya, kolesterol tidak bisa larut dalam darah. Oleh karena itu, hati memproduksi zat yang bernama lipoprotein untuk menyalurkan kolesterol itu ke seluruh tubuh. Ada dua jenis lipoprotein yang utama, yaitu high-density lipoprotein (HDL) dan low-density lipoprotein (LDL).  Low-density liporotein atau yang lebih dikenal dengan LDL berfungsi membawa kolesterol ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri. Apabila kadarnya terlalu tinggi, LDL akan menumpuk di dinding pembuluh arteri sehingga bisa mempersempit saluran pembuluh darah. LDL dikenal sebagai ‘kolesterol jahat’. Sedangkan HDL berfungsi mengembalikan kolesterol yang berlebihan ke hati yang nantinya akan dikeluarkan dari tubuh. Oleh karena itu, HDL dikenal sebagai ‘kolesterol baik’.

Selain diproduksi hati, kolestrol juga berasal dari makanan yang dikonsumsi manusia. Menurut Dr. Eric Rimm, profesor epidemiologi dan nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, permasalahan utama dari kolestrol bukan pada senyawanya melainkan pada jumlah kolestrol yang berada dalam tubuh kita.

Menurutnya, jumlah kolestrol yang berlebihan, terutama LDL. Dapat meningkatkan resiko ganggguan penyakit, terutama penyakit jantung dan stroke.

Nah, kalau berbicara tentang jumlah, itu terkait erat dengan pola hidup yang tidak sehat seperti malas berolahraga dan tidak mengontrol asupan makanan yang tinggi kolesterol, yang dapat menyebabkan tubuh memiliki jumlah kolesterol LDL yang lebih banyak.

Selain warisan gen dari orang tuanya, sehingga orang tersebut memiliki kolesterol dalam jumlah yang lebih banyak. “Kolesterol jenis LDL berbahaya bagi tubuh karena kandungan LDL yang terlalu banyak di dalam darah dapat menyebabkan percepatan pembentukan plak arteri,” kata Rimm lebih lanjut.

Dewasa ini, kolestrol tinggi  merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh orang dewasa di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa 7 dari 10 orang dewasa memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa sekitar 50% penderita kolesterol tinggi tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami penyakit tersebut.

Ya, kolesterol tinggi memang seringkali tak menunjukkan gejala apapun. Perlu disadarai, “Meskipun terkesan tak berbahaya, membiarkan kolesterol tinggi di dalam darah bagaikan membiarkan ada ‘bom’ yang bisa meledak sewaktu-waktu”.

Kolesterol yang tinggi, bersama dengan beberapa komponen darah lainnya, akan mengendap di pembuluh darah dan menyebabkan pembuluh darah menyempit. Bila penyempitan pembuluh darah ini terjadi terus, lama kelamaan tubuh tak bisa beradaptasi terhadap hal tersebut.

Jadi, kompilasi pembuluh darah semakin menyempit, aliran darah semakin sedikit menghasilkan oksigen menuju otak tersendat dan sesekali-waktu dapat terjadi stroke. Sementara bila penyempitan pembuluh darah terjadi di jantung, bisa terjadi serangan jantung dadakan dan penyakit jantung koroner.

Penyakit Akibat LDL & Cara Menurunkan LDL

Berikut ini adalah penyakit akibat LDL cara menurunkan LDL yang bisa terjadi akibat kolesterol tinggi.

1. Stroke

Kolesterol yang menumpuk di pembuluh darah otak atau di pembuluh darah karotis di leher bisa menyebabkan stroke. Pada umumnya, stroke ditandai dengan pelemahan tangan dan kaki satu sisi, kesulitan dalam berbicara, atau mulut mencong yang terjadi secara tiba-tiba.

Bila tidak ditangani segera, kondisi ini dapat menjadi kecacatan seumur hidup. Tak hanya itu bahayanya, orang yang sudah pernah mengalami stroke dan memiliki kadar kolesterol tinggi juga sangat rentan mengalami stroke berulang.

2. Jantung koroner

penyakit akibat LDL  cara menurunkan LDL

Penumpukan kolesterol di pembuluh darah jantung akan menyebabkan penyakit jantung koroner. Penyakit ini ditandai dengan keluhan nyeri dada kiri, terutama bila melakukan aktivitas (misalnya berjalan, berlari, dan sebagainya). Nyeri dada yang dirasakan seperti dada tertimpa benda berat.

Penyakit jantung koroner bukan hanya mengganggu produktivitas sehari-hari, namun juga dapat berisiko menyebabkan kematian. Di Indonesia, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian paling sering pada orang usia muda.

3. Arteri Perifer

Tak hanya di otak dan jantung, kolesterol tinggi juga sering tertimbun pada pembuluh darah di area tungkai bawah. Kondisi ini disebut penyakit arteri perifer. Gejalanya berupa nyeri di tungkai, terutama daerah betis, bila berjalan.

Selain itu, bila penyempitan pembuluh darahnya cukup berat, kaki dan jari-jarinya bisa tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Hal ini bisa menyebabkan ujung-ujung jari kaki mati dan membusuk.

4. Diabetes Melitus

Kolestrol tinggi juga berkaitan dengan diabetes, sebab kadar kolesterol yang tinggi dapat mencetuskan diabetes. Begitu pula sebaliknya. Adanya diabetes dapat menimbulkan kolesterol tinggi.

Bila diabetes terjadi, berbagai macam komplikasinya juga dapat terjadi. Komplikasi diabetes antara lain adalah gangguan penglihatan (retinopari, gangguan ginjal (nefropati), gangguan syaraf (neuropati), stroke, dan penyakit jantung

Tindakan Pencegahan

Meski dampak kolesterol tinggi sangat mengerikan bagi kesehatan, berita baiknya adalah kolesterol tinggi bisa dicegah dan dideteksi sejak dini.

Terdapat tiga hal utama yang sangat berperan untuk mencegah kolesterol tinggi, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang tinggi serat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein/ LDL) dalam darah.
  • Melakukan olahraga ritmik (seperti jogging, bersepeda, berenang secara rutin. Lakukan setidaknya empat kali seminggu, dengan durasi 30 menit di setiap sesinya. Olahraga yang teratur membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik.
  • Hindari paparan asap rokok. Hal ini bukan hanya berarti dilarang merokok, tetapi juga dilarang berada dalam lingkungan yang penuh asap rokok. Hal ini penting untuk diperhatikkan karena terkena paparan asap rokok akan menurunkan kadar kolesterol baik.

Lalu untuk mendeteksi dini, American Heart Association menyarankan, bila seseorang sudah berusia 20 tahun atau lebih, sebaiknya memeriksakan profil kolesterol darahnya setiap tahun. Seseorang dianggap mengalami kolesterol tinggi bila:

  • Kolesterol total ≥200 mg/dl, atau
  • Kolesterol LDL ≥100 mg/dl, atau
  • Trigliserida ≥150 mg/dl, atau
  • HDL <40 mg/d

Jadi kolestrol tinggi berbahaya sekali, bukan? Yuk lakukan pemeriksaan kolesterol, dan jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang optimal. Sehingga, Anda pun terbebas dari penyakit strok dan jantung.

Sumber:

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/10/12

https://klikdokter.com/info-sehat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: